Kericuhan itu mulai datang kala warna biru tunjukkan kedamaian dan kenyamanannya. Dan tahukah dimana letak damai itu?
Di pandangan yang kau sendiri tak amini karena keegoan diri terlalu tinggi. Sementara Tuhan tak pernah asingkan kasih sayang kepada hamba yang setia ataupun lupa. Tapi kau tetap istiqomah dalam ruang tahta mulia bahwa agungmu karena dipuja dan berbangga.
Rasa adalah kelelahan yang tak akan pernah terbayar tanpa kejujuran dan ketulusan. Yang tak pernah bertemu tanpa rindu yang diungkap dalam kalbu. Kala kejeniusan jadi andalan, lantas kerendahan hati seolah tak lagi diperhitungkan. Mari berlabuh dalam kuatnya iman dan ketaqwaan agar kegelisahan tak lagi menguras kekhawatiran mendalam. Jadikan segala khilaf sebagai sarana permohonan pengampunan agar masa depan jadi hasil sebuah kebijaksanaan.
Harapku dibaca dan diamalkan
ReplyDelete