30 Kala hati terbuka

Kriiing,,,,
Itulah bunyi dijiwaku. Pertanda kode peringatan dan panggilan Tuhan.
Jika ku khilaf maka hatiku bergemuruh, sholatku pun tak bisa lagi jadi tempatku berlabuh. Dan aku pun mulai mengenal, bahwa banyak hal salah yang telah ku lakukan. Konsep hablumminannas wa hablumminallah sering kecohkan sikapku. Seharusnya aku tahu bahwa Cinta Tuhan terlebih dahulu baru kumulai tuangkan rindu pada umat selain aku.

Jadi kini ku mulai pilu. Bagaiman tidak, cinta ku pada manusia sering buatku keliru. Padahal apa yang kurasa tak sepenuhnya benar. Tak semuanya harus diikuti. Bisa jadi salah. Terkadang begitu melihat seseorang yang luar biasa dimata manusia, lantas aku pun mulai mengaguminya. Seolah ia lah segalanya, padahal aku salah. Mau apapun yang ia punya itu semua pasti titipan Allah Subhanahu Wata'ala, yang suatu sa'at pasti akan diminta.

Aku salah, rasa yang kuat karna ku masih setengah ta'at buat hatiku jadi kiamat. Mati suri, karena selalu ingin memiliki yang dicintai. Padahal Tuhan tak pernah ajarkan demikian. Dan Tuhan tak pernah menuntut demikian. Maka aku sedang dalam kesalahan. Cinta kepada umat buatku mati2an berharap balasan kasih dan sayang hingga luruhkan segala ikhlas dan ketulusan. Maka aku pasti salah, dan harus segera berbenah. Tak lami lagi perayaan itu akan datang. Kala yasiiin dibacakan. Semua orang akan menghujankan segala pertanyaan, sebahagian girang karna kurang jumlah persaingan, tapi dijendela yg sama pasti Mama sedang berduka, karena aku sudah tiada.

Hari ini ku tulis cerita.
Harapku ketika ku tiada, ku masih mampu berkata2 tanpa suara lewat telinga, namun dihati pembaca suara itu tetap terdengar dengan penuh bahagia. Aku lah wanita, yang menunggu pria, yang memikirkan bahagia umat manusia. Tak lah dengan ia yang hanya memikirkan dirinya saja. Aku mau dia yang mampu mendengar dengan seksama, yang miliki hati sempurna buat pahami gelisah dan gundah kisah manusia disekitarnya. Karena aku lahir sudah tercetak sebagai manusia yang merepotkan orang lain, yang dalam ilmu pendidikan, disebut sebagai makhluk sosial. Maka ku tunggu hadirmu, buat semangati aku, kuatkan diriku untuk membantu umat yang kurang mampu. Tak hanya uang ataupun baju, tapi lebih kepada hati yang pilu.

Jangan panjang2 baca ceritaku, karena lama2 aku jadi malu karena kau akan semakin tahu bahwa aku lah sang perindu pada kebaikan dalam qolbu. Aku baik karena aku mau, pada ridho Tuhan yang pasti limpahkan keberkahan disetiap hela nafas kebaikan. Ayo jangan bimbang dan ragu. Jika aku bisa jadi inspirasimu, maka tanamkan prinsipku dihatimu, bahwa berbuat baik sedikitpun tak akan buatmu pilu. Sebaliknya bahagia pasti selalu warnai hari2mu.

Baiklah sahabat, cukup ini yang dapat ku buat. Siapkan do'a terbaikmu jika aku telah wafat. Setidaknya bisa jadi bukti bahwa aku pernah ta'at, dan usahakan jadi manusia bermanfaat.

Comments