36. Kurang Iman

Mau dibawa kemana rinduku ini?
Hembusan angin malam yang begitu dingin
Pertanda hujan deras telah berakhir
Aku....,
Mengukirkan untaian rasa diri dalam tulisan murni
Aku...,
Terdiam dipertengahan malam
Menanti jawaban dari sejuta kegelisahan
Penuh pengharapan dibalik kegundahan
Aku...,
Saat ini bingung
Menyergap seluruh hawa hangat dalam diriku
Aku..,
Menghela nafas dan merasakan getaran kalbu
Usaha tenangkan hatiku yang was - was
Karena khawatir pilu

Lho..., dimanakah aku
Gelapnya malam tanpa cahaya listrik
Serontak sirna
Karena waktu mengakhiri semuanya
Tapi meski cahaya itu telah kembali
Raut wajahku tak juga bertepi
Dari ombak rindu, yang membingungkan dan sungguh pilu
Kata apakah itu...?
Kenapa harus pilu????
Kalam Tuhan dalam balutan mushaf berwarna hitam
Aku baca dan ku amalkan
Agar rindu itu tak lagi datang
Hingga gelisahku tak akan kembali pulang

Tuhan...,
Ayat demi ayat kulantunkan
Dimalam jum'at yang penuh keberkahan
Dimanakah kunci pembuka tahanan
Karna hatiku sedang terpenjara dalam kerinduan
Aku takut kau hilang
Aku takut kau diambil orang
Sementara 1 inci dirimu pun tak ada dalam genggaman

Inilah fenomena orang yang katanya sedang berusaha temukan iman
Tapi faktanya risau dan galau tetap jadi himpitan
Beban yang terus berkelanjutan
Hingga kami bingung dalam mendefenisikan
Bukankah iman itu tandanya tenang
Tapi kau mutiara insan yang tak luput dari kericuhan
Ricuh hati dalam kegundahan
Wahai insan..,
Nasihatkan pada perempuan
Tegarkan hati walaupun kau dilanda kehancuran
Karena Tuhan tak pernah biarkanmu sendirian

Comments